Aku dan Luka

“Mengapa kau menghindariku?”

Karena aku tidak ingin merasa sakit kembali

 “Aku bisa membuatmu bahagia kembali. Seperti dahulu saat kita menikmati waktu dalam kekal. Kau bahagia yang saat itu, dan aku tersenyum melihat mu.”

Benarkah?

“Ya, tentu saja aku bisa. Jikapun kau mau memaafkanku atas perlakuanku yang pernah menyayat hati.”

Benarkah?

“Ya. Aku pun bisa memberi apapun yang kau inginkan. Hanya agar kau mau menerimaku kembali.”

Benarkah?

“Ya. Percayalah.”

Lalu apa guna luka yang telah kau ukir dahulu? Mengingat bahwa dulu kau tak pernah menaruh hati padaku. Kau tidak benar-benar mencintaiku kala itu. Kau terlalu terlena karena kegilaanmu pada kriteria yang kau dambakan. Bagaimana? Sudah menemukan? Kau kembali bukan atas keinginan hatimu. Kau hanya menyesal, dan berusaha memperbaiki karmamu. Kau hanya datang dan setelah itu kau akan pergi. Jika kau memang ingin memberiku apa saja, melakukan apa saja yang ku mau, bagaimana dengan menyembuhkan luka yang kemarin? Luka ini masih basah dan berbekas. Apa bisa?

“…… Maaf.”

Jangan katakan jika kau belum benar-benar menyesalinya.

Iklan

Satu Nafas, bukan Sejiwa

Entah mengapa kali ini aku menikmati angin yang berhembus
Menyentuh kulit karena lambaian-lambaiannya

Menikmati sekedar menikmati
Sejuknya angin yang datang berharap hati pun dapat di sejukkan
meredam gejolak persoalan-persoalan yang tak dapat di mengerti

Aku menyadari bahwa ternyata kita satu nafas
Terhubung dengan udara yang sama
Aku menyadari bahwa kita berada di pijakkan yang sama
Tapi mengapa jiwa kita masih terbilang sulit untuk di satukan?

Aku mengetahui kamu, dan kamu mengetahui aku
Tak ada rahasia diantara kita
Tapi mengapa kita masih sulit untuk saling mengerti?

Kalimat bahwa kamu bahagia hanyalah sekedar kebohongan
Kita disini yang saling menyakiti adalah kebenarannya

Kebohongan yang bertumpuk
Persoalan yang tak pernah terselesaikan
Adalah kenyataannya

Kamu yang berjalan menjauh, dan aku yang terdiam bisu melihatmu melangkah pergi
Siapa yang harus di salahkan apabila perpisahan telah terjadi di depan mata?
Kita yang enggan berucap bahwa kita masih saling membutuhkan
Hanya ego yang kita tinggalkan, menjadi jejak bahwa kita masih enggan mengakui

Satu nafas,
Udara sama yang kita hirup
Namun mengapa untuk memahami kita masih terlalu sulit?

Satu pijakan,
Pijakan yang sama
Namun mengapa untuk jujur masih sangat sulit?

Satu nafas,
Namun bukan satu jiwa

pict by @mrfebryn
Ada keindahan padanya
Namun keindahan tersebut tidak bisa disentuh
Macam halnya seperti kamu
Dirimu kelewat membuat nyaman
Tapi sayang, dirimu tidak bisa untuk ku miliki

Sama hal;

Bilamana aku memang kembali bertemankan sepi, aku harap memang sudah mengakrabinya.

Bilamana memang dirimu dipaksa melangkah pergi, aku harap si kecil hati mampu melapangkan.

Dan bilamana air mata kembali menjadi rintik, aku harap tidak sederas dahulu.

Sama hal; Aku berharap kau tetap di sisi.

Disini Sayang~

Disini sayang ~~
Duduk disampingku menatap cakrawala senja
Melihat hari ini yang kian akan usai
Melihat cahaya yang akan ditelan gelap

Disini sayang ~~
Duduk disampingku
Meski dalam hening, kau dengar itu sayang?
Hati yang tengah badai
Meneriakkan luka yang kian tidak sembuh

Rasanya seolah hatiku telah hancur berkeping-keping
Untuk sesaat aku merasa seolah mati rasa
Untuk sementara waktu aku hampir tidak bisa melewatinya

Dalam sudut pikiranku, kenapa selalu seperti ini
Dalam sudut hatiku, mengapa aku menyimpan duka sedalam ini

Disini sayang ~~
Duduk denganku
Tak inginkah kamu mendengar duka ku?
Duka yang tak bisa ku sembuhkan

Jangan disana sayang
Aku sudah tak punya sedikitpun tenaga
Ini semakin membuatku sakit saat bergerak
Disini saja

Tapi setiap menit, setiap detik terasa begitu berantakan
Lalu untuk sesaat aku merasa terpuruk dan kembali mati rasa

Bantu aku sayang
Dalam menyembuhkan luka
Dalam menghilangkan sakit
Agar tidak seperti cakrawala senja
yang kian detiknya terus termakan oleh gelap

Tetap Disini

Tetap disini
Jangan pergi, apalagi menghilang

Tetap disini
Temani, genggam erat hati ini
Jangan ada jarak

Tetap disini
Hanya kamu, bukan yang lain

Suka duka-ku yang telah kamu ketahui,
jangan beri tahu siapapun.
Jangan, karena rapuhku cukup kamu saja yang tahu

Biarkan mereka hanya mengetahui satu sisiku,
bukan yang lain
Karena aku telah percaya kamu

Karena ketika airmata telah jatuh, kamu yang menghapusnya
Karena ketika raga telah lelah, kamu yang menyemangatinya
Karena ketika beban tak kuat di pikul lagi, kamu yang membantunya

Tetap disini …
Jangan pergi, apalagi menghilang, kasih …

Hanya saja…

Kita tidak benar-benar tahu siapa yang mulai dalam hal ini
Apakah diammu atau ketidaktahuanku

Tidak ada hati yang patah
Hati yang menangis
Atau yang kecewa

Hanya saja, jangan seperti ini..
Kau buat runtuh besi keprinsipan hatiku
Kau buat jatuh airmata yang seharusnya tak perlu jatuh

Biarkan disini kita saling memahami dalam diam
Kau yang butuh waktu dan aku yang memberi waktu
Biarkan disini kita memperhatikan dalam jarak
Agar tak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi

Kita benar-benar tidak tahu akan datangnya hal ini, kan?
Masalah sewaktu-waktu bisa datang kapan saja
Membuat diri kita lelah hanya karenanya

Hanya saja, tetap seperti yang seharusnya
Membiarkan waktu yang berusaha menyembuhkan luka dalam tiap diri kita
Tak apa hanya ada hening dalam jarak yang kita ciptakan untuk sementara
Agar sewaktu jarak dilipat menjadi dekat,
aku telah menemukan kepingan dirimu yang hilang

Jangan seperti ini,
Kau telah membuat aku menangis.
Bisa-bisa kau membuat aku memelukmu dengan erat~

Tidur jika merasa lelah. Istirahatkan hati dan pikiranmu juga. Jangan hanya tubuhmu saja. Kita bisa memikirkan apa yang mau kita pikirkan sekalipun itu hal yang ga penting. Tapi jangan terlalu sering. Namanya udah bukan lagi ‘memikirkan’ tapi kamunya saja yang senang menyiksa batin kamu sendiri.

Ketika kesepian kembali menerjang jiwaku dan hal-hal yang menerjang pikiranku. Pada akhirnya penat dan takut selalu aku rasakan dan kamu datang begitu saja untuk melenyapkan mereka. Entah kamu makhluk apa, sampai tahu-tahu kegelisahan dan ketakutan yang aku sembunyikan selama ini selalu kamu temukan dan berusaha untuk menjauhkannya dalam hidupku.